Setiap tahun, warga Malang punya istilah unik yang tak pernah absen: musim maba.
Musim ini merujuk pada masa datangnya ribuan mahasiswa baru dari berbagai daerah yang meramaikan suasana kota pelajar ini.
Di balik hiruk pikuk mahasiswa baru, ada fenomena menarik yang kerap jadi perbincangan: cuaca Malang terasa jauh lebih dingin.
Baca Juga:
So Sweet! Chelsea JKT48 Beri Syukuran Istimewa untuk Indira JKT48 yang Lolos Jadi Calon Maba UI
Banyak orang bertanya-tanya, benarkah hawa dingin ini “menyambut” para pendatang baru?
Faktanya, suhu dingin di Malang saat musim maba bukanlah kebetulan atau mitos semata.
BMKG dan para ahli menjelaskan penyebab ilmiah di balik fenomena ini yang juga memengaruhi wilayah sekitarnya di Jawa Timur.
Alasan Musim Maba Malang Raya Terasa Dingin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan, suhu di kawasan Malang Raya pada awal Juni hingga Juli memang cenderung menurun disertai kabut di pagi hari.
Baca Juga:
Ini Penyebab Hujan Masih Mengguyur Indonesia Meski Sudah Memasuki Musim Kemarau Menurut BMKG
Pada Selasa, 10 Juni 2025 misalnya, prakiraan BMKG Juanda menunjukkan suhu berkisar antara 17 hingga 27 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, yaitu 65 hingga 98 persen.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto, cuaca dingin plus kabut tebal ini adalah ciri umum awal musim kemarau di bagian selatan Jawa Timur.
Wilayah pegunungan seperti Pujon, Tumpang, dan Kota Batu biasanya merasakan suhu minimum di pagi buta hingga dini hari.

